WELOCME TO CHURCH

GPdI EKKLESIA

image
Gembala Sidang,

Ps Arianus Gulo

Ps. Arianus Gulo memiliki kerinduan dalam memperlengkapi jemaat dengan pengajaran firman yang benar dan relevan dengan cara yang kreatif. Meningkatkan kualitas pemimpin Kristen agar dapat memberitakan injil dengan lebih efektif dan berlipatganda serta memiliki secara individu menjadi bakal leadership, discipleship, dan relationship. Melayani Jemaat yang membutuhkan pelayanan konseling. Memberikan konsultasi yang alkitabiah menjadikan jemaat semakin kuat dan menang dalam kehidupan bahkan dalam setiap tingkat rohani diinspirasi untuk bertumbuh dan berubah menjadi serupa dengan Kristus, melayani dengan hati yang terbeban agar setiap jemaat dapat tertanam dalam Firman Tuhan sehingga menjadi dewasa dan menjadi murid yang bisa memuridkan kembali. Berdoa dan maju berperang adalah moto kehidupan dari Ps. Arianus Sampingan yang dijalani dengan komunikasi tanpa henti kepada Yesus.Kerinduannya adalah agar setiap jemaat memiliki komitmen kehidupan doa yang aktif, kuat, dan berkualitas - agar berani melangkah ke dalam peperangan rohani dan menang. itulah passion yang diterimanya dari Tuhan. Ps. Arianus dan Cahayani Lestari, istrinya, dikaruniai 2 orang anak, Samuel dan Sheena.


KELUARGA
ISTRI

CAHYANI LESTARI ZAMILI

ANAK PERTAMA

ARCELSIUIS SAMUEL YAHYA GULO

ANAK KEDUA

ANEEKE SHEENA YOSELA


STASUS
T.T.LAHIR

SIDIKALANG, 09 JULI 1988

JENIS KELAMIN

LAKI-LAKI

KEWARGANEGARAAN

INDONESIA


TEAMWORK
LEADERSHIP
RELATIONSHIP
COMMUNICATION
PERSONALITY AND INTERPERSONAL

1540

GIVE

503.000

Happy Customers

348900

MEMBER

1564

Photos Made

WHAT CAN I DO

COUNSELING

Membangun komunitas sehat secara psikopiritual agar memiliki relasi pribadi yang intim dengan Yesus Kristus serta memenuhi amanat agungNya untuk menjadikan setiap orang adalah murid Kristus, kemudian mampu memuridkan orang lain menjadi murid Kristus. Menyelenggarakan Inner Healing Theraphy unruk menyembuhkan luka emosi / kepahitan hidup sehingga dapat berdamai dengan Allah, diri sendiri dan orang lain. Mengadakan pelatihan konseling sebaya (peer counseling) agar jemaat mengalami pertumbuhan dan perkembangan rohani yang sehat. Melaksanakan konseling individual maupun kelompok (support groups) agar jemaat dapat mengatasi masalah hidupnya secara lebih efektif dan mencapai kebahagiaan hidup sebagai orang Kristen.

INFORMATION

bentuk komunitas dimana anggota-anggotanya saling membangun dan saling menguatkan, serta mengalami kasih dan kuasa Allah. Mengutamakan hubungan dan merupakan salah satu wadah pemuridan untuk melatih anggota kelompok menjadi murid Kristus yang sejati, bertumbuh dewasa secara rohani, berbuah, serta membawa jiwa bagi kerajaan Allah.

CHILD DEDICATION

Anak-anak adalah karunia Tuhan bagi keluarga. “Kemudian Esau melayangkan pandangnya, dilihatnyalah perempuan-perempuan dan anak-anak itu, lalu ia bertanya: "Siapakah orang-orang yang beserta engkau itu?" Jawab Yakub: "Anak-anak yang telah dikaruniakan Allah kepada hambamu ini.” (Kejadian 33:5).

PUJIAN PENYEMBAHAN

Pujian adalah ekspresi manusia berupa ungkapan hati yang ditujukan kepada Allah, sebagai tanggapan atas perbuatan-Nya dan juga atas diri pribadi Allah sendiri. Sebagai contoh pada saat bangsa Israel keluar dari tanah Mesir dan diselamatkan oleh Allah dari pengejaran bangsa Mesir, pada saat itulah pujian dinaikkan kepada Allah sebagai ungkapan hati mereka yang penuh sukacita atas apa yang telah Allah lakukan kepada mereka (Kel. 14-15).Penyembahan lahir dari pengenalan akan Allah. Pengenalan akan Allah tersebut lahir dari inisiatif Allah yang terlebih dahulu menyatakan diri-Nya kepada manusia, yaitu lewat karya penebusan-Nya di kayu salib untuk menunjukkan kasih-Nya kepada manusia. Sehingga dari kasih Allah tersebut, menimbulkan kasih dalam diri orang percaya.

MISI DAN PENGINJILAN

Memberitakan Kerajaan Allah, sampai setiap suku, kaum dan bahasa mendengar Injil Keselamatan Yesus Kristus dan Mendukung dan mensuport pelayanan Pemberitaan Injil keseluruh pelosok Indonesia

BIBLE STUDY

Bible Study adalah sebuah media bimbingan membaca Alkitab dan pemahaman Alkitab Online yang akan menolong Anda untuk mempelajari serta menerapkan Firman Tuhan secara lengkap dan sistematis dengan menggunakan metode P.O.W.E.R.

MINISTRIES


Berkenanan Dihadapan Tuhan


Ibrani 10:38-39

Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya.”Ibrani 10:38.

Pernyataan ayat ini merupakan sebuah kebenaran yang disampaikan dengan sangat tegas oleh Firman Tuhan. Di dalamnya mengandung dua kebenaran utama yang perlu kita pahami dengan serius:

Orangku yang benar akan hidup oleh iman.Allah tidak berkenan kepada orang yang mengundurkan diri.

Pertanyaan pertama, siapakah yang Tuhan maksud dengan orangku yang benar tersebut?, Jawabannya adalah orang-orang yang menerima penebusan darah Kristus (10:9). Sehingga mereka tidak lagi berada di dalam hukuman, sebaliknya menjadi anggota keluarga Allah, dan memiliki tempat di dalam kekudusan Allah. Orang-orang yang seperti ini memiliki kehidupan yang unggul, dan berbeda dengan orang-orang yang tidak mengalami penebusan Kristus.

Pertanyaan ke dua, apakah orang yang sudah ditebus bisa mundur dari Tuhan?  Jawabannya BISA. Sebab semua orang memiliki kehendak bebas, apakah dia mau tetap tinggal bersama Allah atau tidak. Berbagai macam keadaan memungkinkan seseorang yang sudah dikuduskan tersebut undur dari Tuhan. Dalam Ibrani 10:32-36 dijelaskan tentang perjalanan hidup Kristen yang yang tidak terlepas dari penderitaan, baik karena tekanan dosa yang selalu menggoda kita, maupun keadaan sekitar kita yang membuat kita mengalami beban yang sangat berat.

Pada bagian ini (10:19-39) kita melihat, adanya solusi yang diberikan agar seseorang tetap menjadi orang yang benar dan tidak undur dari Tuhan.

Tetap memiliki kerinduan bersekutu dengan Tuhan dan saudara seiman (ay. 25).

Hal inilah yang menjadi kekuatan bagi oarng beriman untuk dapat bertahan. Persekutuan dengan Tuhan menguatkan imannya, dan persekutuan dengan orang percaya membuat dirinya juga dikuatkan, dinasehati, diberi contoh kebaikan dan juga belajar mempraktekkan Firman Tuhan.

Menghindar dari godaan dosa (ay 26).

Dosa membuat seseorang terlena. Manusia harus menghindar. Jika ia sudah tahu bahwa itu sesuatu yang tidak baik, maka harus menghindar, dan jangan dengan sengaja berbuat dosa. Oleh kekuatan Roh Kuduslah seseorang dimampukan untuk berkata TIDAK terhadap dosa.

Kita juga dapat melihat di dalam Alkitab contoh-contoh orang yang tetap menjadi orangnya Tuhan yang kudus, dan mereka diperkenan oleh Tuhan (Ibrani 11:1-40), diantara mereka adalah:

Abraham : sekalipun sampai usia tua tidak dikarunia anak, dan perjanjian Allah belum diterimanya, ia tetap percaya dan imannya tidak pernah goyah.Nuh: Dia tetap hidup benar diantara orang sezamannya yang memiliki kehidupan yang tidak berkenan kepada Tuhan.Daniel, Sadrakh, Mezakh, Abednego : Mereka tetap berkomitmen menyembah Tuhan di tengah-tengan ancaman kematian.

Semua dari tokoh iman tersebut tetap menempatkan dirinya sebagai orang kudusnya Tuhan, sekalipun dalam situasi yang sulit. Dampaknya adalah perkenanan Tuhan dan berkat Allah atas mereka.

Saudara, saya rasa kita semua pernah mendengar nama Ibu Teresa dari Kalkuta.  Seorang biarawati yang memberikan diri untuk melayani orang sakit di jalanan kota Kalkuta.  Saudara, apakah sdr merasa terinspirasi ketika mendengarkan kisah hidup seorang Ibu Teresa?  Apa pandangan sdr secara pribadi terhadap Ibu Teresa?  Seorang yang sangat dekat dengan Allah sehingga rela memberikan hidup bagi orang-orang yang membutuhkan pertolongannya?

            Saudara, saya kira, kita semua akan terkejut ketika membaca pengakuan Ibu Teresa, yang terdapat dalam memoirpribadinya.  Ibu Teresa mengaku bahwa selama 50 tahun beliau sama sekali tidak merasakan gairah kehadiran Allah dalam hidupnya.  Padahal masa itu adalah masa ketika ia melayani Tuhan, namun, selama itu pula Ibu Teresa mengaku tidak merasakan Kristus hadir dalam hidupnya.  Ibu Teresa yang terlihat mempunyai hubungan dekat dengan Sang Ilahi, ternyata dalam sebagian besar waktu hidupnya merasakan Allah demikian jauh. 

            Saudara, seberapa banyak diantara saudara yang pernah, bahkan ketika mendengarkan khotbah ini, saudara merasakan perasaan yang sama.  Perasaan Allah yang demikian jauhnya, sehingga kita merasa Ia seakan tiada dalam kehidupan kita.  Kita setia pergi ke gereja, setia merenungkan firman, namun Allah tetap terasa jauh.  Kita merasa  Allah tiada.

Perasaan ini oleh seorang katolik bernama Santo Yohanes Salib disebut “malam gelap jiwa”, yaitu malam atau hari-hari dimana manusia tidak mengalami penghiburan rohani apa pun, kendati ia mencari Allah dengan sepenuh hati.  Malam yang juga disebut dengan masa “kegelisahan yang tak terperikan”.  Ketika kita mengharap kehadiran Allah di dalam kegetiran hidup,  namun kita dihadapkan dalam sebuah fakta, yang menyatakan Allah tiada!  Ketika kita berteriak agar Allah menampakkan wajah-Nya, nyatanya Allah diam, seolah tak mendengar teriakan kita. 

            Saudara, saya yakin perasaan seperti ini pernah kita alami.  Orang percaya, bahkan yang sudah dewasa secara rohani pun bisa saja dihampiri perasaan Allah yang jauh.  Daud pada Mazmur 22:2 berkata “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku.“  Daud pun pernah merasakan ketiadaan Allah.  Setiap umat Tuhan pernah merasakan perasaan betapa jauhnya hadirat Allah dalam kehidupan kita. 

Kapan perasaan ini datang? 

I.       Ketika kita berdosa

Saudara, kapan saja perasaan ini akan datang menghinggapi kita? Nampaknya, perasaan ketiadaan akan Allah seringkali datang ketika kita melakukan sesuatu yang tidak berkenan dihadapan-Nya.

Saudara, Allah kita adalah Allah yang kudus, Allah yang tidak menghendaki umat-Nya untuk melakukan dosa.  Ketika kita berdosa, maka bukan Allah yang menjauhkan diri-Nya kepada kita, namun diri kita sendiri yang menjauh dari Allah.  Sebagaimana Mazmur 51: 2, ketika Daud berkata: Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!”  Daud menuliskan ayat ini ketika baru saja melakukan dosa perzinahan, bahkan pembunuhan.  Ketika Daud mengambil Betsyeba sebagai miliknya, dan membunuh Uria untuk memenuhi nafsu serta tujuan pribadinya.  Saat itu Daud merasa demikian jauhnya dari hadirat Allah, sehingga ia berkata “Kasihanilah aku, ya Allah!”  Daud sebagai seorang yang dikenal memiliki hidup yang dekat dengan Allah, merasa sadar ketika ia berdosa, maka Allah menolak untuk hadir di dalam hidupnya.  Karena itu, setelah mendengar teguran nabi Natan, segeralah Daud memohon pengampunan dosa kepada Allah.  Daud sangat sadar, jika ia tidak bertobat maka ia akan terus berada jauh dari Allah.  Ya, Dosa mengakibatkan Allah jauh dari kita.

Saudara, dunia di sekitar kita adalah dunia yang gelap.  Sebagai orang Kristen kita hidup menantang gelombang jaman, sehingga kita sangat rentan sekali untuk terseret arus yang mengancam jiwa kita.  Pornografi merajalela dimana-mana, sekali klik di depan komputer, maka kita bisa membuat diri kita berada dalam sebuah posisi yang menjauh dari Allah.  Kecanduan game, pergaulan yang bebas, begitu merasuk dalam kehidupan anak-anak muda seperti kita.  Sekali kita buka gerbang agar mereka masuk, maka kita akan berada dalam posisi yang menjauh dari Allah.  Semua dosa yang kita lakukan membuat hilangnya hadirat Allah dalam kehidupan kita.

Adakah dosa yang engkau lakukan sehingga membuatmu merasakan bahwa Allah yang penuh kasih dan pengampunan itu kini tiada? Jika ya, maka jadilah seperti Daud, mengaku keberdosaan di hadapan Allah, sehingga Allah boleh kembali hadir dalam kehidupan saudara.  Tinggalkan segala bentuk keinginan nafsu pribadi, cobalah untuk tunduk kepada firman Tuhan.  Berdirilah dengan tegak bersama kekuatan dari Roh Kudus, lawanlah dosa.  Maka Allah akan kembali bersama-sama dengan kita.

Kapan perasaan ini datang?

II.    Ketika penderitaan menimpa

Namun, sdr fakta yang terdapat dalam perjalanan kehidupan rohani ternyata memberikan kita pemahaman yang lain.  Keberdosaan bukan satu-satunya penyebab perasaan itu hadir dalam kehidupan kita.  Sering perasaan itu datang ketika kita mengalami penderitaan dan kesesakan.  Sebagaimana Mazmur 22 yang pertama kali kita baca tadi, ditulis oleh Daud ketika ia mengalami tantangan musuh-musuhnya.  Ketika Daud menghadapi bahaya yang mengancam kehidupannya, yaitu ketika dikejar-kejar dan akan dibunuh oleh Saul.  Ia merasa Allah tiada! Seolah ia tidak akan ditolong, seolah Allah akan pergi menjauh daripadanya dan membiarkan dirinya tertindas. Dalam ayat 12 Daud berkata:Janganlah jauh dari padaku, sebab kesusahan telah dekat, dan tidak ada yang menolong.  Dalam hadangan penderitaan, bisa jadi kita akan merasa Tuhan itu tiada.  Merasa hadirat Allah begitu jauh! 

Ilustrasi

Saudara, hal inilah yang pernah dialami oleh orang-orang Kristen di Jepang ketika berada dalam abad penganiayaan.  Hal ini dituliskan dalam novel Silence karya Shusaku Endo.  Pada waktu itu, Kristianitas sedang dilarang, siapa yang mengaku Kristen, maka ia akan diburu, dianiaya dengan beratnya.  Bahkan ada sebuah kisah, orang Kristen digantung terbalik, diikat, telinganya disilet agar darahnya bisa mengalir, dan mereka akan mati perlahan-lahan.  Semua itu dilakukan agar orang Kristen mengkhianati iman mereka.  Di waktu-waktu yang penuh dengan kesakitan sedemikian rupa, orang-orang Kristen Jepang bertanya kepada pastor Katolik yang melayani waktu itu: Bapa, dimana Allah?  Mengapa Ia diam saja?  Mengapa Ia terasa begitu jauh dari kehidupan kita?  Ya, di dalam penderitaan, mereka merasa Allah yang tiada. 

Bukankah pertanyaan-pertanyaan demikian juga sering kita tanyakan?  Adakah di antara kita yang mengalami masalah hidup yang berat, sehingga kita tidak melihat Allah?  Membuat kita bertanya dimana Allah berada sekarang ini?  Adakah di antara kita merasa Allah tiada?  Saudara, Kini pertanyaannya adalah: mengapa ini semua terjadi? Serta apakah yang harus kita lakukan ketika kita mengalami hal demikian?

Kapan perasaan ini datang?

III.   Dalam kondisi apa pun secara tiba-tiba

            Tetapi sebelum mengerti alasan mengapa perasaan ini datang dan apa yang perlu kita lakukan ketika mengalami hal yang demikian, kita perlu menyadari bahwa dinamika kehidupan spiritual memang membingungkan.  Ketika gelombang tak menerpa, ketika hidup terasa aman dan tenteram.  Bahkan ketika kita merasa kita berada dalam hubungan yang sangat baik dengan Tuhan.  Perasaan betapa jauhnya Allah tetap bisa menghantam kita.  Perasaan Allah yang begitu jauh bisa mencekam secara tiba-tiba.  Tiba-tiba kita merasa berada di gurun pasir rohani yang begitu kering, yangmembuat kita merasa haus, haus akan kehadiran Allah.   

Saudara, saya rasa hal ini yang dialami Elia dalam 1 Raja-raja 19:4, ketika dilaporkan “Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu duduk di bawah sebuah pohon arar. Kemudian ia ingin mati, katanya: "Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku."

Saudara, waktu itu Elia sedang mengalami keberhasilan.  Elia berhasil membela nama Yahweh sebagai satu-satunya Allah yang benar.  Elia membuktikan di depan mata bangsa Israel bahwa Baal hanyalah ciptaan manusia belaka.  Ketika Elia menghadapi ancaman Izebel, Elia seharusnya tidak perlu takut.  Bukankah Allah sudah menolong dia menghadapi nabi-nabi Baal?  Seharusnya Elia sadar bahwa Allah bersama-sama dengan dia.  Namun fakta yang dilaporkan Alkitab berkata lain.  Elia berada dalam ketakutan sehingga lari, bahkan Elia diterpa kesepian yang amat sangat.  Di dalam kondisi yang sendirian di tengah hutan, Elia memohon agar Tuhan mengambil nyawanya.  Elia merasa bahwa dirinya tidak lebih baik dari pendahulu-pendahulunya, yakni nabi-nabi sebelum dia.  Elia merasa bahwa Israel tidak akan berubah, dan ia adalah tokoh yang gagal.  Saya rasa waktu itu Elia benar-benar merasa kehilangan akan kehadiran Allah.  Bagi Elia, Allah terasa tiada.  Hal ini dibuktikan dalam teks sesudahnya malaikat Allah menyuruh Elia untuk pergi ke gunung Horeb, gunung Allah, agar Elia dapat bertemu dengan Allah kembali, agar Elia diyakinkan danmerasakan bahwa Allah bersamanya.  Saudara, Entah mengapa, nabi sebesar Elia tiba-tiba merasakan bahwa Allah tiada di dalam hidupnya.  Hal ini menunjukkan bahwa perasaan ketidakhadiran Allah bisa datang secara tiba-tiba dalam kondisi hidup apa pun! 

Ilustrasi

Saudara, seorang pelayan Tuhan dalam bidang spiritualitas dan penulis buku yang terkenal yaitu Richard J. Foster pernah mengalami hal yang demikian.  Ada masa dalam hidupnya, ketika ia benar-benar merasa nyaman.  Melakukan berbagai seminar, dan pelayanan dimana-mana.  Tetapi ketika berada di dalam puncak keberhasilan itu, Foster mengaku bahwa tiba-tiba Allah terasa pergi menjauh begitu saja.  Tiba-tiba hadirat Allah pun tiada di dalam hidupnya.  Foster kemudian menarik diri dari pelayanannya dan berusaha mencari kehendak Allah dengan apa yang terjadi padanya.  Saudara, ternyata seorang yang dipakai Tuhan seperti Richard Foster pun, secara tiba-tiba juga dapat mengalami ketiadaan Allah.

Saudara, ternyata perasaan Allah yang begitu jauh itu bisa datang dalam banyak situasi.  Jika kita memahami dengan jelas bahwa perasaan ini datang diakibatkan karena dosa yang kita lakukan, maka tentu yang terutama adalah kita mengaku dosa dan memohon pengampunan dihadapan-Nya.  Namun, bagaimana jika problemnya ternyata bukan pada kita?  Bagaimana jika perasaan itu datang ketika kita menghadapi problematika hidup?  Bagaimana jika perasaan itu datang secara tiba-tiba, bahkan dalam kondisi dimana kita sedang merasa aman dan sangat dekat dengan Allah?  Padahal, kita sudah berlaku benar dan tanpa cela, tetapi perasaan Allah yang jauh ini toh tetap saja datang menerpa kita.

Benarkah Tuhan itu tiada?

Tetapi sdr, ketika kita merasa Allah tiada, apakah memang benar-benar Allah tidak ada bersama-sama dengan kita?  Kejadian 28:15 berkata:

“Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke manapun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu." 

Bukankah  Allah punya janji penyertaan bagi umat-Nya, janji Allah yang tidak akan meninggalkan umat-Nya sekalipun?

Saudara, janji ini difirmankan Tuhan kepada Yakub di Betel, ketika Yakub akan melarikan diri dari Esau, dan pergi ke rumah pamannya Laban.  Janji ini yang menyertai Yakub selama Yakub menjalani hidup yang penuh lika-liku di tanah yang asing.  Allah berjanji bahwa Ia bersama-sama dengan Yakub kemana pun Yakub pergi. 

Saudara, frasa “Aku menyertai kamu” adalah frasa yang terus berulangkali disebutkan di dalam Kitab Suci.  Frasa ini bahkan juga diulang oleh Tuhan Yesus dalam Matius 28, menunjukkan bahwa memang di dalam segala kondisi yang akan dan sedangkita alami, Tuhan tidak akan meninggalkan kita.  Dia adalah Bapa kita, yang tak akan pernah mengingkari janji-Nya, janji penyertaan-Nya.  Saudara, turunnya Yesus ke dunia ini membuktikan bahwa Allah turut berpartisipasi dalam kehidupan manusia,menjadi sama dengan umat-Nya yang berdosa.  Benar, Yesus adalah bukti nyata  keberadaan Sang Immanuel, Allah yang menyertai kita.

Saudara, inilah janji Allah pada Israel dan ini jugalah janji Allah kepada setiap kita!  Janji inilah yang harus kita pegang! Ketika kita mengalami perasaan Allah tiada, ketika Allah terasa demikian jauh, sesungguhnya Ia tetap bersama-sama dengan kita!  Ia tidak pernah sekali-kali meninggalkan kita.  Ya, dalam perasaan ketiadaan Allah, Allah sebenarnya ada! 

Mengapa Allah mengijinkan ini semua terjadi?

            Saudara, mengapa Allah mengijinkan ini semua terjadi?  Tentu karena Allah menginginkan agar kita dapat bertumbuh sesuai dengan kehendak-Nya.  Pdt. Yohan Candawasa dalam sebuah bukunya, mengatakan bahwa dalam kesenyapan atau ketiadaan Allah, Allah mengijinkan ini semua terjadi agar kita dapat melihat Allah dalam sudut pandang yang lain.  Perasaan kita memang mengatakan Allah tiada, namun di tengah perasaan itu kita diajarkan untuktetap bersandar dan menaruh iman kepada Allah. 

Saudara, saya kira ini yang dialami Daud dalam Mazmur 22 tadi, meskipun berada dalam perasaan Allah yang jauh, tapi Daud tetap menyatakan iman dan percayanya kepada Allah.  Hal ini tersirat dalam ayat 9 dan 10, yang mengatakan Ia (Daud) menyerah kepada Tuhan.  Saya rasa Daud bertumbuh dalam pengenalannya akan Allah.  Allah mengijinkan perasaan ini hadir dalam kehidupan Daud, agar Daud semakin bertumbuh dalam kebersandarannya akan Allah.  Daud makin dewasa, menjadi sahabat dekat Allah.

Saudara, Perasaan Allah yang jauhdiijinkan terjadi, agar iman kita kepada Allah tidak tergantung pada situasi dan kondisi hidup, atau pada perasaan akan hadirat Tuhan.  Tetapi agar iman kita tergantung kepada identitas Allah sendiri.  Yaitu Allah yang berjanji akan menyertai umat-Nya.

Apa yang harus kita lakukan?

Saudara, kembali kita harus menjawab pertanyaan yang paling penting, apa yang harus kita lakukan ketika kita mengalami masa-masa yang demikian? Seorang penulis buku spiritual bernama Rick Warren, menyarankan bahwa ketika kita mengalami masa-masa demikian, maka sebaiknya kita mengingat segala kebaikan Tuhan di masa dulu kala.  Sebagaimana dalam Ratapan 3:22 yang berkata: Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya,selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu. 

Saudara, kitab Ratapan ditulis oleh nabi Yeremia ketika melayani di Israel dengan segenap kesetiaannya, namun faktanya Yeremia mengalami sebuah penolakan yang luar biasa dari bangsa Israel.  Yeremia merasakan pelayanannya sia-sia, dan melihatAllah pun seolah tiada.  Namun Yeremia tak berhenti, Yeremia tidak terus terbenam di dalam penderitaannya!  Yeremia memandang sejarah kasih setia Tuhan! Ya! Ingatan terhadap kasih setia Tuhan itulah yang akan menghiburkan kita. 

Saudara, kata kasih setia Tuhan atau dalam bahasa aslinya hesed Yahweh ini adalah kata yang penting, kata yang juga berulangkali muncul dalam kitab suci.  Kata yang mengarah kepada janji loyalitas Allah kepada perjanjian yang telah dikerjakannya kepada umat-Nya!  Dimana janji itu bisa dipegang karena identitas pemberi janji itu sendiri yang tidak perlu diragukan lagi.  Yaitu Allah yang tidak akan pernah beralih dan meninggalkan umat-Nya! 

Saudara, maka ketika perasaan Allah yang jauh itu menerpa kita dalam kondisi apa pun, yang perlu kita lakukan adalah memegang janji penyertaan Allah, serta mengingat segala kasih setia-Nya  (Amanat Kotbah).

Ilustrasi

            Saudara, kembali ke kisah orang-orang Kristen Jepang yang tadi.  Ternyata dalam diamnya Allah yang mereka alami, mereka tetap mampu percaya kepada Allah.  Mereka berani martir dan tetap memegang teguh iman mereka.  Ketika Pastor Katolik yang melayani mereka bertanya kepada mereka, apa yang membuat mereka bisa bertahan sampai sedemikian.  Orang-orang Jepang itu menjawab:  Karena kami percaya kepada salib Kristus yang telah membebaskan kami.  Ya! Karena mereka mengingat kasih setia Tuhan yang dibuktikan dalam pengorbanan Kristus di kayu salib, maka orang-orangJepang itu mampu terus percaya kepada Allah walau pun Allah terasa jauh, walau pun Allah seolah diam dalam penderitaan yang mereka alami.

            Saudara, saya sendiri secara pribadi pernah mengalami perasaan Allah yang jauhini.  Suatu ketika di dalam perjalanan panggilan saya, saya diterpa perasaan secara tiba-tiba perasaan Allah yang jauh, Allah yang tiada.  Saat teduh saya seakan tiada gairah, saya melayani seolah tanpa passion.  Padahal ketika saya selidiki diri saya, saya mendapati diri tidak melakukan sesuatu apa pun yang mungkin tidak berkenan di hadapan Allah.  Bahkan perasaan itu hadir ketika saya benar-benar bersemangat untuk belajar teologi, belajar tentang Tuhan, mengenali segala sesuatu tentang Firman Tuhan.  Tapi perasaan itu tiba-tiba membekap saya, tiada angin tiada hujan, Allah menjauh, Allah menghilang, Allah terasa tiada.   Saya pun didera malam gelap jiwa ini selama beberapa minggu.  Apakah yang saya lakukan? Saya memasang foto Tuhan Yesus yang tersalib di meja belajar saya.  Saya terus-menerus mengingat akan panggilan saya dan kisah pertobatan saya, bagaimana Allah datang melalui karya salib Kristus.  Saya terus bertahan dalam kondisi yang demikian, sampai berminggu-minggu kemudian baru hadirat Allah terasa kembali dalam diri saya.  Ketika perjalanan malam gelap jiwa itu menimpa saya, saat itu saya diajari untuk tetap percaya dan bersandar kepada Tuhan meskipun perasaan saya tidak mengatakan bahwa Ia ada.  Ya, Allah mengijinkan itu semua terjadi agar saya boleh semakin bertumbuh dalam kasih dan pengenalan akan Dia.  Iman dan percaya yang tidak tergantung suasana, atau pun kondisi hidup, dan perasaan kita.  Tetapi iman yang murni, yang percaya kepada identitas yang kita imani, yaitu Allah yang setia.

Saudara, perasaan jauh dari Allah hanya sebuah perasaan manusia belaka.  Kita tidak perlu takut bahwa Allah meninggalkan kita. Karena kasih setia dan rahmatnya tidak akan pernah berhenti.  Jika kini saudara merasa bahwa Allah tiada, cobalah untuk mengingat segala apa yang Tuhan sudah pernah perbuat dan sudah berikan dalam hidupmu,dan syukurilah semuanya itu.

Saudara, jika ada di antara saudara yang merasa bahwa dalam hidup sdr tidak ada yang dapat saudara syukuri, maka saya mengajak anda memandang salib Kristus yang mulia.  Salib Kristus yang menyelamatkan saudara.  Salib Kristus yang merubah hidup saudara.  Dari hidup yang gelap, tanpa arah dan tujuan, menjadi hidup yang bermakna dalam pengharapankeselamatan jiwa dan hidup yang kekal.  Ingatlah akan karya keselamatan yang Tuhan sudah karyakan dalam kehidupan saudara, maka sesungguhnya tidak akan ada alasan untuk tidak dapat bersyukur, maka sesungguhnya tidak ada alasan untuk melihat bahwa Tuhan itu tiada, karena sesuai janji-Nya, Ia tetap ada!

  Saudara, adakah diantara kita yang mengalami perasaan ketiadaan Allah pada saat ini? Mari terus mencari wajah Allah di dalam disiplin rohani yang kita kerjakan.  Kita tetap setia melakukan segala sesuatunya, berdoa, membaca firman, merenungkannya, melayani di tempat yang Tuhan sudah sediakan.  Sambil terus mengingat kasih setia dan memegang janji penyertaan-Nya.  Maka kita akan makin bertumbuh dalam kedewasaan pengenalan akan Allah.

Penutup

            Saudara, kita semua berada di dalam perjalanan panjang untuk mengenal identitas dan jati diri Allah kita.  Penuh liku, jatuh bangun, tangis dan duka.  Perasaan ketiadaan Allah, perasaan Allah yang jauh akan hadir begitu saja dalam kehidupan kita.  Setidak-tidaknya seorang Kristen akan mengalaminya sekali dalam perjalanan hidupnya. Ini semua terjadi karena Allah ingin mendewasakan kita di dalam penyerahan diri penuh kepada Allah.  Jika itu semua terjadi, mari terus mengingat kasih setia Tuhan.  Dibarengi dengan pengakuan pertobatan jika kita berdosa, serta pembacaan yang setia pada Kitab Suci, kemudian komitmen membangun relasi dalam disiplin doa.  Maka Roh Kudus sendiri yang akan memberikan kekuatan untuk menghadapi perasaan ini.  Kita akan tetap teguh dalam iman, semakin mengenal siapa Allah kita.

           

Amin

Langkah Mengembangkan Sikap Positif


Berpikir positif agar menjalani hari-hari dalam hidup lebih baik. Nasehat ini seringkali tak mudah pada hakekatnya. Masalah yang muncul, hal-hal yang menyakiti hati dengan mudah memosisikan kita sebagai korban dari kejamnya hidup.

Hidup memang kejam , tetapi kita harus menjalaninya. Maka yang terbaik tentu jangan kalah terus-menerus. Dasar utama untuk kembali bangkit harus di mulai dalam otak kita, mengembangkan sikap berpkir positif

9 langkah dalam yang bisa di coba untuk mengatasi pikiran negatif :

1. Hidup disaat ini 

Memikirkan masalah lalu atau masa depan adalah hal yang selalu membuat kita cemas. Jarang sekali kita panik karena kejadian masa sekarang. Jika anda menenmukan pikiran anda terkukung dalam apa yang telah terjadi atau apa yang belum terjadi ingatlah bahwa hanya masa kini yang dapat kita kontrol.

2. Katakan hal positif pada diri sendiri
Katakanpada diri anda bahwa anda kuat, anda mampu. Katakanlah hal tersebut terus-menerus, kapanpun. Terutama, mulailah hari dengan mengatakanhal positif tentang diri sendiri dan hari itu, tidak peduli jika hari itu anda harus mengambil keputusan sulit ataupun anda tidak mempercayai apa yang telah anda katakan pada diri sendiri.

 3. Percaya pada kekuatan pikiran positif
Jika anda berpikir positif, hal-hal positif akan datang dan kesulitan-kesulitan akan terasa ringan. Sebaliknya, jika anda berpikiran negatif, hal-hal negatiflah yang akan menimpa anda. Hal ini adalah hukum universal, seperti layaknya hukum gravitasi atau penukaran energi. Tidak mudah untuk mengubah pola pikir anda, namun usahanya sebanding dengan hasil yang anda petik.

4. Jangan berdiam diri

Telesuri apa yang membuat anda berpikiran negatif, perbaiki, dan kembali maju. Jika hal tersebut tidak bisa diperbaiki lagi, berhenti mengeluh dan menyesal karena hal itu hanya akan menghabiskan waktu dan energi anda, juga membuat anda merasa tambah buruk. Terimalah apa yang telah terjadi, petik hikmah/pelajaran dari hal tersebut, dan kembali maju.

5. Fokus dan tulis hal-hal positif

Ketika kita sedang mengalami pikiran negatif, seringkali kita lupa akan apa yang kita miliki dan lebih berfokus kepada apa yang tidak kita mikili. Buatlah sebuah jurnal rasa bersyukur. Tidak masalah waktunya, tiap hari tulislah lima enam hal positif yang terjadi pada hari tersebut. Hal positif itu bisa berupa hal-hal besar ataupun sekedar hal-hal kecil seperti " hari ini cerah" atau "makan sore hari ini menakjubkan". Selama anda tetap konsisten melakukan kegiatan ini, hal ini mampu mengubah pemikiran negatif anda menjadi suatu pemikiran positif. Dan ketika anda mulai merasa berpikiran negatif, baca kembali jurnal tersebut. 

6. Bergeraklah

Berolahraga melepaskan endorphin yang mampu membuat perasaan anda menjadi lebih baik. Apakah itu sekedar berjalan mengelilingi blok ataupun berlari sepuluh kilometer, aktifitas fisik akan membuat diri kita merasa lebih baik. Ketika anda merasa down aktifitas olahraga lima belas menit dapat membuat anda merasa lebih baik.

7. Hadapi rasa takut.

Perasaan negatif muncul dari rasa takut, makin takut anda akan hidup, makin banyak pikiran negatif dalam diri anda. Jika anda takut akan sesuatu, lakukan sesuatu itu. Rasa takut adalah bagian dari hidup, namun kita memiliki pilihan untuk tidak membiarkan rasa takut menghentikan kita.

8. Coba hal-hal baru

Mencoba hal-hal baru juga dapa meningkatkan rasa percaya diri. Dengan mengatakan yang "YA" pada kehidupan anda, ini akan membuka lebih banyak kesempatan untuk bertumbuh. Jauhi pikiran dan perkataan  " ya, tapi...." Pengalaman baru, kecil atau besar, membuat hidup terasa lebih menyenangkan dan berguna.

9. Ubah cara pandang

Ketika seuatu tidak berjalan dengan baik, cari cara untuk melihat hal tersebut dari sudut pandang yang lebih positif. Dalam setiap tantangan terdapat keuntungan, dalam setiap keuntungan terdapat tantangan.

Ucapan



1. Ada yang menutuki diri sendiri
2. Ada yang mengutuki keturunannya
3. Ada yang mengutuki orang lain dengan menyebutkan nama-nama hewan
4. Ada yang menyatakan ikrar kepada iblis
5. Ada yang menyampaikan permohonan di kuburan
Adakah selama ini kita memandang ringan mengenai dampak dari ucapan yang di keluarkan oleh seseorang?

Efesus 4 : 29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik umtuk membangun, dimana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.

BANDINGKAN

Ibrani 13 : 15 Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.

Ada 3 hal mengenai dampak dari ucapan :

1.
Ucapan dapat membawa “BENCANA

Matius 12: 36 Tetapi Aku berkata kepadamu : Setiap kata sia-sia yang di ucapkan orang harus di pertanggungjawabkannya pada hari penghakiman

Bandingkan

2 korintus 5 : 10 Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik taupun jahat.


Bagi anda yang memiliki bahasa lidah pun yang anda sendiri tidak mengerti yang anda banggakan selama ini, akan terkena juga.

1 korintus 14:9 Demikianlah juga kamu yang berkata-kata dengan bahasa roh: jika kamu tidak mempergunakan kata-kata yang jelas, bagaimanakah orang dapat mengerti apa yang kamu katakan? Kata-katamu sia-sia saja kamu ucapkan di udara!

Yeremia 23:36 Tetapi Sabda yang dibebankan oleh TUHAN janganlah kamu sebut-sebutkan lagi, sebab yang menjadi beban bagi setiap orang ialah perkataannya sendiri, oleh karena kamu telah memutarbalikkan perkataan-perkataan Allah yang hidup, TUHAN semesta alam, Allah kita.

2. Ucapan membawa “BERKAT”

Yesus mengajarkan bahwa didalam ucapan kita ada “KUASA”.

Raja Daud memahami sungguh perihal ucapan sehingga di dalam doanya ia berkata :
Mazmur 141:3 Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku!


1 petrus 3:9 dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat.

3. Ucapan berbasis keselamatan atau kebinasaan


Roma 10:10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

Ciri - Ciri Menemukan Pasangan Hidup

Setelah membahas tentang prinsip menemukan pasangan hidup dapat membuka mata, membuka telinga, dan membuka hati agar benar-benar mencari pasangan yang tepat. Supaya tidak adanya penyesalan dikemudian hari. Untuk itu, diperlukan ciri-cirinya. Ada beberapa ciri-ciri dibawah ini untuk menemukan pasangan hidup.

a. Seiman
Kita sudah pasti mengerti apa yang dimkasud dengan mencari pasangan yang seiman. Sebab pacaran yang tidak seiman sudah pasti banyak rintangan yang harus dihadapi. Sehingga resiko yang diterima pun lebih besar dan kebanyakkan pacaran yang tidak seiman menghasilkan pertentangan dan konflik yang sangat berbahaya. Untuk itu, ciri-ciri pasangan hidup yang tepat adalah seiman, agar dapat membawa pasangannya kejalanan yang benar dan tepat. Pacaran yang dihasilkan pun sesuai dengan prinsip hidup dan akan memberikan hasil yang dapat membuat pasangannya menjauh dari dosa.

b. Dewasa dan Bertanggung-jawab
Banyak dikalangan muda sering kita jumpain sudah menikah walaupun masih dalam stasus sekolah. Sehingga disaat adanya masalah tidak sanggup menghadapinya dan ahkirnya nekad untuk tidak menanjutkan pendidikkan lagi. Bukankah ini berbahaya !!! Mencari pasangan hidup haruslah benar-benar sudah dewasa atau bertanggung-jawab bukan sekedar kenikmatan sesaat. Bukan terbawa situasi atau kondisi yang ada disekitarnya dan memiliki sifat kekanak-kanakkan. Jangan pernah menikah dengan orang yang masih belum mengenal arti dari kehidupan. Sebab mereka belum tentu akan bertanggung-jawab dikemudian hari. Karena mereka hanya berpikir apa yang bisa didapatkan tetapi tidak memikirkan apa yang bisa diberikan. Untuk itu, seseorang yang sudah dewasa diukur bukan dari apa yang diterimanya, melainkan apa yang dapat diberikannya. Menemukan pasangan hidup harus benar-benar paham dan mengenal karakter pasangannya sendiri. Sebab seseorang yang mudah jatuh cinta dapat menyebabkan hubungan yang dibentuknya mudah retak dan putus ditengah jalan. Sebelum jatuh cinta harus memliki penilaian tersendiri buat pasangannya. Penilaian seseorang bukan hanya sekedar melihat dari luarnya, tetapi harus melihat dari kedewasan dan pertangungg-jawabannya. Sebab dengan adanya penilaian tersendiri bagi pasangannya, maka akan timbulnya sebuah " KASIH ". Disaat adanya benturan atau konflik yang terjadi dapat diselesaikan dengan baik. Sebab kalau tidak! Akan bersama pasangan yang masih memiliki sifat kekanak-kanakkan, yang ahkirnya hanya mendatangkan penderitaan seumur hidup. 

c. Mengendalikan Diri Sendiri
Dalam hal ini seseorang yang dapat mengendalikan dirinya sendiri adalah seseorang yang benar-benar  memahami antara yang baik dan yang salah. Sehingga disaat pacaran sanggup menolak semua yang dapat membahayakan dirinya sendiri. Sebab cinta dapat menyala-nyala bagaikan api dan kluat seperti maut. Dengan adanya pengendalian diri, maka pacaran ayng dihasilkan akan berbentuk creativ, positif, dan kontruksi.

d. Seimbang Dan Sepadan
Yang dimaksud dengan seimbang dan sepadan dalam hal ini adalah,
  1. Saling mengerti dan saling memahami antara satu dengan lainnya. Bukan saling menguasai
  2. Saling mengisi dan melengkapi, kita harus sadar bahwa didunia ini tidak ada seorang pun yang sempurna. Maka dengan adanya saling menisi dan melengkapi akan membuat pasangannya menjadi mitra, bukan pembantu.
  3. Saling menerima dan membangun. Dalam hal ini mengutamakan diskusi dalam mengatasi masalah dan sanggup meneri,a dan mendengarkan pendapat dari pasangannya. Sehingga dalam hubungan pun tidak ada yang namanya dominan, teapi kebersamaan dalam menghadapi berbagai kesulitan dengan saling bahu-membahu.
Bagaimana dengan masalah perbedaan latar belakang keluarga? Pertanyaan ini sudah pasti sering kita dengar. Mengatasi perbedaan latar belakang keluarga sama dengan hal ayng disebutkan diatas. Adanya perbedaan baik itu dalam hal sepele maupun dalam hal penting. Dapat menimbulkan berbagai macam masalah. Alasan perbedaan latar belakang keluarga bisa diakibatkan dari perbedaan bangsa, suku, adat, dan kebudayaan. Dalam hal ini yang dibutuhkan adalah salaing mengerti dan memahami sesama pasangan.

Bagaimana dengan perbedaan usia? Sekalipun tidak ada yang berhak untuk melarang seseorang menemukan pasangan hidupnya. Ada beberapa yang perlu diketahui disaat akan menemukan pasangan hidup salah satunya adalah faktor usia. Dalam masalah usia sebaiknya pria lebih tua sekitar 2-5 tahun dari wanita. Sebab pria sudah diharuskan sebagai pemimpin dan yang berhak memegang kendali dan bertanggung-jawab. Banyak wanita lebih memilih pria yang jauh lebih diatas 5 tahun, maka tidak adanya keseimbangan yang dihasilkan. Artinya kondisi yang ditimbulkan akan mudah terjadi konflik disaat pasangan itu tidak lagi saling berteggang-rasa. Sebaliknya, jika wanita jauh lebih tua dari pria keadaan akan bisa berubah menjadi "EXTRA ORDINARY". Itulah harga yang harus dibayar.

e. Humoris
kriteria ini jarang dibahas orang lain. Sebab ini merupakan salah satu karakteristik yang sangat penting untuk dimiliki seseorang. Humoris disini bukan berarti pelawak, tetapi orang yang memiliki selera humor. Sehingga dapat mengatasi strees, masalah yang datang, dan sanggup mencari penyelesaiannya disaat semuanya sedang buntu. Seseorang yang memiliki karakter humoris kelihatan akan selalu tetap menjadi optimis ketika dalam keadaan yang tidak memberikan harapan lagi. Orang yang biasanya humoris bisa menjadi teman yang sangat menyenangkan. Dan memiliki semangat hidup yang tinggi, walaupun dalam keadaan sulit. Sebab orang yang tersebut sanggup membuat suasana menjadi lebih ceria, sederhana, dan tidak merepotkan.

f. Tidak Mementingkan Diri Sendiri
Dalam menemukan pasangan hidup tidak memberikan orang menjadi egois. Dengan adanya sifat egois dalam suatu hubungan, justru akan berdampak buruk pada pada hubungan yang akan dibangunnya. Pasangannya yang sibuk dengan dirinya sendiri dan tidak memperdulikan perhatian pada pasangannya. Walaupun keegoisan adalah kunci kelangsungan hidup, jangan sampai terbiasa dimanja, diinginkan dan dituruti sesuatu kemauan sendiri. Egois berarti memiliki prinsip hidup yang kuat dan tidak meladeni hal-hal yang akan mengkompromikan kebahagiaan sendiri.Tetapi, disaat sudah menemukan pasangan hidup, kebahagian bukanlah sebagai milik pribadi sendiri melainkan milik berdua. Menjadi egois bukan berarti memakai segala macam cara agar mendapatkan apa yang diinginkan. Apabila disaat mencari pasangan hidup, maka  harus mengerti dan tidak perlu memaksanya. Maka dalam hal ini dibutuhkan saling memberi dan menerima.

Arti Pemberian Sang Mantan Disaat Hubungan Berahkir

Dalam sebuah hubungan yang terbentuk terkadang harus mempunyai intuisi yang cukup kuat dalam mendeteksi adanya masalah tersembunyi atau adakah hal yang menyangkut dalam hubungan yang lebih dalam untuk membangun lebih dalam lagi sebuah kesetiaan. Namun pasangan yang hanya mempercayai intuisi diri sendiri, tanpa melihat pasangannya tersebut. Tak jarang hubungan yang baru dibangun atau sudah lama pun bisa retak begitu saja. Sehingga tidak jarang harus mengahkiri hubungan tersebut.Tentu selama hubungan yang dibangun sebelumnya akan meninggalkan kenangan dan bisa juga meninggalkan pemberian dari sang mantan. Lantas, ketika sang mantan pernah memberikan barang sudah dapat di pastikan akan membuat pasangan sebelumnya semakin teringat dengan sang mantan. Jadi, apa yang harus dilakukan terhadap pemberian tersebut? Ada tiga langkah yang dapat di lakukan…

1. Mengembalikan Benda Tersebut kepada Sang Mantan
Disini dibutuhkan keberanian dalam menghubungi dan mencoba ketemu dengan sang mantan. Ini juga bisa menjadi alat untuk membangun kembali hubungan dengan sang mantan, namun kalau sudah serius ingin mengahkiri hubungan tersebut, setidaknya kamu harus menanyakan kembali dengan dia tentang persoalan pemberian itu. Apakah dia masih mau membutuhkan pemberian itu apa tidak! Sehingga apa pun langkah atau tindakan yang akan kamu ambil dikemudian hari dapat  menghindari dia melakukan hal yang buruk terhadap barang-barang yang telah diberikan kepada kamu nantinya.
2. Diberikan Kepada Orang Lain
Pemberian dari sang mantan, jika di tahan tentukan menambahkan kenangan sehingga akan sangat sulit untuk melupakan dia. Sehingga kita selalu terbayang dengan sesosok pribadi yang ada di benda tersebut. Kita tidak salah untuk memberikan benda tersebut kepada orang yang membutuhkan, namun kita juga harus melihat dari benda yang ingin kita berikan. Disini kita harus memiliki prinsip yang tetap karena benda yang akan diberikan itu berasal dari orang yang pernah mengisi hari-hari kita.

3. Disimpan/Dijaga Sebaik-baiknya
Dan terakhir jika kalian masih berharap untuk kembali bersama dengan sang mantan, setidaknya kita  menyimpan atau menjaga  benda tersebut. Karena benda tersebut bisa menjadi bumbu-bumbu dalam hubungan yang ingin dibangun kembali. Bukankah ini lebih menarik? Sehingga cinta yang terasa pun akan lebih menghangatkan suasana dalam membentuk hubungan yang lebih baik lagi.

Apapun pemberian dari sang mantan, setidaknya kamu harus tetap mempermisikan dengan dia akan pemberian tersebut. Dan Buatlah perjanjian dengan sang mantan, kalau kamu ingin memberikan benda tersebut kepada orang lain. Dengan hal ini tentu akan mendewasakan kita kepada hal yang positif.  Semoga dengan adanya ini dapat membantu dan melegakan hati kita atas pemberian dari sang mantan.

Jangan Biarkan Domba Berbulu Serigala Dalam Kehidupanmu

Dari sekian banyaknya artikel sudah dibahas dalam blog ini, semoga dapat membantu dan menuntun kita dalam memilih pasangan hidup. Sehingga mata dan hati dapat terbuka secara luas dan lebar-lebar sebelum dengan mudahnya mengatakan "Yes, I Like U". Tanpa pernah kita ketahui dalam sebuah hubungan yang ingin dibentuk adanya sebuah rencana yang besar melalui pertemuan, perkenalan, dan sampai ke hal pernikahan. Semua ini sudah diatur dan dimiliki dalam hubungan yang ingin dibangun. Jadi, setiap pasangan pastinya tidak akan ada yang sempurna di muka bumi ini. Sekalipun mencarinya sampai keujung bumi. Tetap tidak ada seorang pun. Namun jika kalau tidak ada seorang pun yang sempurna, tapi berdua tetap lebih baik dari pada seorang diri. Maka setiap manusia sudah ditakdirkan hidup berpasang-pasangan. 

Dan kali ini kita akan membahas bagaimana membuat hubungan itu menjadi sempurna? Sehingga yang namanya domba berbulu serigala dapat dihindarkan. Ada beberapa hal yang menyebabkan itu....

1.Tidak Adanya Kedewasaan
Semua orang, siapa saja bisa mengalami yang namanya jatuh cinta. Namun sebenarnya dalam sebuah hubungan yang ingin dibangun kedewasaan adalah hak mutlak yang harus dimiliki seseorang yang ingin mencari dan menemukan pasangan hidupnya. Sehingga hal-hal yang bersifat negativ dapat dihindarkan baik melalui pikiran, hati dan tubuh. Apakah anda sudah dewasa? Kedewasaan terbagi beberapa bentuk :
  • Kedewasaan Secara Fisik, Seseorang yang sudah dikatakan dewasa secara fisik adalah ketika mulai memasuki masa puberitas.
  • Kedewasaan Secara Mental, Dengan seiring berjalannya waktu, semua orang akan memiliki perubahan. Namun, untuk menjadi semakin dewasa belum tentu bisa didapatkan. Kedewasaan mental sangat membutuhkan perbaruan baik itu berupa pikiran dan perasaan yang terus menerus harus dijaga dan dikendalikan. Karena tidak semua orang sanggup menerima tangung jawab yang besar yang akan diberikan kepadanya. Sehingga menjalin sebuah hubungan serius jika mental kita belum " CUKUP" dan masih seperti kanak-kanakkan makan proses yang dialami pun akan dengan mudah gagal di tengah jalan.
  • Kedewasaan Secara Rohani, Untuk sebagian orang kedewasan fisik dan mental sudah dianggap cukup untuk memulai dan mencari pasangan. Namun sebenarnya kedua itu belum bisa dipastikan akan mengalami hubungan terjaga. Kedewasaan rohani adalah proses yang harus diusahakan sepanjang hidup sendiri. Biasanya ketika dalam tekanan kita akan bisa melihat seseorang itu dewasa atau tidak. Orang yang mempunyai kedewasaan rohani akan tetap bisa tenang serta mampu menguasai keadaan dalam tekanan seberat apapun. Salah satu tanda lain adalah orang yang mencapai kedewasaan rohani mempunyai fokus hidup hanya untuk tujuan ilahi. Ia tidak lagi berfokus pada ambisi atau keinginan pribadi dalam hidupnya. Semua yang dilakukan hanyalah untuk menyenangkan Tuhan semata.
    Dengan kata lain ia sudah mati terhadap keinginan diri sendiri. Hidupnya diarahkan sepenuhnya untuk memenuhi rencana dan panggilan ilahi. Selain itu orang yang dewasa rohani juga mempunyai kemampuan untuk membedakan antara yang baik dan jahat karena pancaindera rohaninya sudah terlatih. Kemudian juga mempunyai satu keyakinan penuh apakah sesuatu itu kehendak Allah atau bukan. Seorang yang dewasa rohani akan mengetahui dan bisa merasakan lewat batinnya apakah sesuatu itu benar atau tidak. Jadi, kedewasaan rohani itu dpat dilihat dari seberapa jauh ia mampu menerapkan prinsip Ilahi dalam kehidupannya. Dapatkah kita membayangkan, apa yang akan terjadi ketika dua orang yang dewasa baik fisik, mental, dan rohaninya menjalin sebuah hubungan? Satu jawabannya WOW, Luar biasa !!!! So, Apakah kerohanian kita sudah dewasa?


2.Tidak Adanya Saling Keterbukaan
Sebuah hubungan yang tidak adanya saling terbuka satu dengan lainnya selama hubungan itu, sudah dapat dipastikan tidak akan mengalami sebuah perubahan malah akan mendatangkan kepurukan selamanya. Disaat seseorang dari pasangan sudah mencoba terbuka maka dapat dipastikan kedewasaannya sedang diuji untuk bersikap jujur terhadap diri sendiri dan bagi pasangannya. Dengan adanya sikap saling terbuka maka pasangannya ingin menjalani hubugan tersebut dengan apa adanya, bukan ada apanya? Sehingga dia akan sanggup tampil menjadi diri sendiri tanda adanya kebohongan yang harus disembunyikan dengan kata lain kemunafikan dan keegoisan dapat dihindarkan. Belajar terbuka bukan berarti kita harus terbuka dalam segala aspek, tentu saja ada hal-hal tertentu yang membutuhkan waktu sebelum mengungkapkannya. Maka dengan adanya saling keterbukaan akan terlihat dan  menguji kesetiaan pasangan kita.

3.Salah Pilih
Sebuah hubungan yang ingin dibangun seharusnya dapat melihat dan memperhatikan ciri-ciri dari pasangannya. Sehingga yang namanya salah pilih dapat dihindari. Namun karena adanya sesuatu dalam hubungan itu maka yang ahkirnya mendatangkan sesuatu yang salah. Setiap manusia telah diberi hikmat, agar mata dan telinganya dapat melihat dan mendengar apa yang menjadi kehendak dan rencana-Nya dalam hidupnya. Supaya tidak berjalan dalam menurut hikmat dan pengertian diri sendiri.

4.Keseringan Mengabaikan Hal Yang Kecil
Banyak pasangan yang jatuh ke dalam dosa karena memandang hal-hal yang kelihatannya kecil namun berbahaya. Karena sebenarnya hal-hal kecillah yang bisa menimbulkan masalah yang sangat besar. Hal ini sering terjadi adanya perhatian yang berlebihan, pembicaraan, situasi berduaan ditempat-tempat tertentu. Sehingga sengaja maupun tidak sengaja akan mengundang pasangan tersebut untuk melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan. Maka dibutuhkan seseorang dari pasangannya yang tegas untuk mengendalikan situasi dan kondisi tersebut. Untuk itu jika lagi berduaan cobalah hindari kontak fisik yang tidak diperlukan. Agar tidak dapat jatuh dan tidak memandang kehal-hal negativ selanjutnya.

Dengan adanya artikel ini dapat membantu kita agar dapat berhati-hati dalam menentukan pasangan kita dan tidak menemukan pasangan yang seperti domba namun berbulu serigala. Ingatlah, walau pun banyak rintangan dan cobaan yang akan menghadang dalam membangun sebuah hubungan itu.... semua semata-mata untuk memurnikan cinta kita. Dan Tuhan sedang bekerja menyempurnakan segalanya. Jadi, cobalah mencintai diri sendiri sebelum kamu mencintai orang lain maka cinta yang kamu berikan pun itu semua berasal dari Yang Maha Kuasa dan bukan karena kehendak diri sendiri. Cinta didasarkan akan adanya Keterbukaan maka semuanya akan berawal dari pemulihan dan berahkir dengan Kebahagiaan terhadap keduanya. Semoga artikel dapat membantu kita semua.

Definisi Dan Resiko Sebuah Ke-virginan

Seberapa pentingkah sebuah keperawanan seorang wanita dalam sebuah hubungan? Keperawanan seorang wanita sangatlah berharga bagi keawetan sebuah rumah tangga. Mengapa? Karena sebuah keperawanan adalah sebuah harga mutlak untuk menjaga prilakunya dan menjadikan itu semua menjadi dasar untuk memperbaruhi dan membentuk rumah tangga yang harmonis. Baik itu dari bibir, lidah, leher, payudara, dan virginitasnya seorang wanita. Apakah yang terjadi jika pasangan yang kita ketemui sudah tidak virgin lagi ? Lalu apa saja definisi dan resiko dalam sebuah hubungan yang akan dibentuk? Dan bagaimana cara kita dapat menjaga sebuah hubungan tersebut? Ada beberapa definisi dan resiko dalam sebuah kevirginitas dalam sebuah hubungan yang sudah sempat dijalani.

Resiko Ketidak-Virginitas Dalam Sebuah Hubungan
1. Cenderung ingin melakukannya lagi (ketagihan)
Seorang wanita yang sudah kehilangan kevirginitasnya biasanya akan cenderung dalam situasi keinginan melakukan kembali. Dengan kata lain, disaat wanita itu sudah berpisah dari pria yang mengambil kevirginannya, sudah pasti cenderung akan melakukan lagi buat pasangan barunya. Kebanyakkan wanita yang yang kehilangan virginitasnya bisa menjadi kebiasaan dan terbawa sampai membentuk rumah tangganya. Jika wanita itu masih baru pacaran sudah kehilangan keperawanannya dan sering gonta-ganti pacar, pastinya akan lebih sulit dalam mengendalikan dan menahan birahinya. Sehingga disaat wanita itu sudah membangun hubungan berumah-tangga biasanya sang istri ingin mendapat kebutuhan biologis dari sang suami. Bagaimana seandainya sang suami jarang pulang kerumah? bukankah ini sangat berbahaya?  Inilah yang disebut dengan hubungan " First Kiss ".  

Banyak kalangan remaja dan anak muda saat ini sudah terjebak dengan yang namanya " Free Seks ", Dan mereka bertanggapan bahwa seks adalah salah satu bunga-bunga dalam sebuah hubungan, tentu ini adalah pemikiran yg salah ! Tanpa disadari saat adanya masalah justru akan menghasilkan pasangan yang mudah menyerah dan mudah mengatakan kata cerai/putus.  Sehingga pasangan ini akan cenderung dengan yang namanya " sexual minded "dan seks dijadi hal yang terpenting dalam hidupnya. Kalau berbicara atau pun bercanda tidak pernah lepas dari persoalan seks. Kemungkinan mengalami “ seks extra marital ”( Seks sebelum nikah) yang sangat besar.

2. Tidak Memiliki Kenangan Dalam Pernikahan
Seseorang yang ingin memulai suatu hubungan harus siap menjalin sebuah pernikahan.  Artinya, mempunyai keyakinan dan tekad yang kuat. Bukan seperti anak remaja yang sedang puber, karena ingin mendapatkan seseorang teman hanya untuk memenuhi kebutuhannya tetapi seseorang yang sudah siap lahir dan batin. Sehingga memiliki prinsip untuk melangkah kejenjang yang lebih serius dan mempunyai hati yang mulia serta tekad yang tulus dan suci. Namun sejak adanya kehilangan dalam kevirginitasnya sudah pasti akan membuat wanita itu tidak memliki persiapan lagi, Dengan kata lain, tidak akan menikmati yang namanya bulan madu, melainkan akan terjadinya pertengkaran dalam rumah tangga, kalau sang suami tidak tahu sang istri sudah tidak virgin lagi? Bukankah rumah tangga yang dibangunnya akan mudah retak? Gitu juga sebaliknya kalau pasangan yang sudah terbiasa sejak pacaran sudah melakukan hubungan tersebut, sewaktu memasuki bulan madu akan terasa sama saja dan tidak ada kenangan yang indah, itu semua disebabkan karena sudah terbiasa yang namanya Seks Bebas.

3. Tidak Mau Diarahkan/Keras Kepala
Biasanya wianita yang sudah tidak virign akan sulit untuk diarahkan dan hanya mau selalu membawa kemauannya sendiri. Semua yang dilakukan tidak ada yang namanya kompromi, kesepakatan, penyesuaian, dan hanya menimbulkan dampak buruk saja. Hubungan yang akan dibangunnya akan sangat mudah dihancurkan. Semua itu disebabkan adanya sifat "keras kepala"yang berlebihan. Ini biasanya buat winta yang sudah memiliki rasa truma yang mendalam karena sudah kehilangan virginitasnya. Sehingga semua yang mereka anggap hanya ingin melukai dirinya sendiri.

4. Tidak Pernah Menganggap Kevirginan Adalah Tanggung Jawab
Ciri-ciri orang seperti inilah yang akan mudah "menyerempet" bahaya dimasa pacaran. Karena mereka memiliki prinsip tidak akan menjaga diri lagi. Kalau ada teman yang menganggap kevirginannya bukanlah tanggung jawab pribadinya, maka kemungkinan besar akan mudah jatuh dalam dosa. Pacaran tidak pernah di indentik dengan dosa tetapi harus harus selalu waspada agar dapat menjaga kesuciannya. Ini sering terjadi bagi wanita yang benar-benar haus akan uang dan harta, sehingga mereka nekad menjual harga virginnya hanya demi untuk kebahagiaannya sendiri, dan mereka menanggap bahwa uang adalah segalanya, tanpa memikir akan kehidupan rumah tangga yang akan dibangun. Jika tidak dihentikan bisa jadi seks salah satu pekerjaan yang ditekuni. 

5. Memilki Sifat Pembosan
Wanita yang sudah kehilangan keperawanannya akan membuat hubungan yang akan dibangunnya menjadi tidak bersifat permanen. Sehingga dalam hidupnya ada sebutan mencoba, berpertualangan, dan mencicipi banyak hal. Pada dasarnya banyak diantara wainta yang sudah kehilangan virginitasnya akan memiliki sifat pembosan, sehingga membuat banyak hubungan yang tidak bertahan lama. Sehingga hubungan itu hanya akan menjadi sebuah eksperiman atau sebagai kelinci percobaan, bukankah ini sangat berbahaya buat pasangannya!

6. Tidak Mempunyai Pendapat Dan Tidak Berani Menolak Yang Bersifat Negativ
Seseorang yang sudah terlanjur kehilangan kevirginitasnya akan susah untuk mengatakan : Tidak! Karena dia takut akan keputusannya sendiri. Orang yang seperti inilah yang sangat mudah jatuh dalam dosa karena susah untuk menyampaikan pendapatnya. Membuat dia hanya ikut arus saja dan lebih mengikuti kemauan pasangannya. Tanpa kita menyadarinya kalau  memiliki pacar yang agresif dan mengajak melakukan hal-hal yang bertentangan kita tidak akan sanggup menolak keinginannya. Bukankah ini sangat berbahaya! Untuk itu, kita harus berani mneyampaikan, menolak, dan mempunyai prinsip yang kuat agar tidak mudah terseret atau terjebak oleh pesona cinta.
Semoga dengan adanya pembahasan ini dapat bermanfaat dan mempermudah kita menemukan orang yang tepat. Dan ahkirnya kita bisa menenmukan MR/MRS dalam kehidupan kita. 

Penyebab Akan Kegagalan Dalam Masa Berpacaran

Apakah kita sering gagal menjalin hubungan dengan seseorang sewaktu dimasa pacaran? Iya, Banyak dikalangan remaja dan anak muda disaat ini gagal membangun hubungan dengan pasangannya, sehingga membuat sesosok pasangannya menjadi pribadi yang menakutkan dan bukan menjadi pribadi yang menyenangkan. Itu semua disebabkan karena adanya sesuatu yang masih dingat atau pernah terjadi dimasa lalunya. Sehingga sewaktu menjalani hubungan dengan orang lain, selalu terbawa dan tidak mudah untuk dilupakan.

a. Bayangan Masa Lalu Yang Selalu Menakutkan
Setiap manusia yang pasti memliki masa lalu yang tidak menyenangkan. Namun masa lalu itu bukan untuk dihindari. Melainkan? Masa lalu itu untuk memberikan kita pengalaman agar disuatu hari tidak terjadi kesalahan yang sama. Melupakan dan menghindari bayangan masa lalu yang menakutkan itu memang sulit, apalagi bayangan masa lalu itu pernah berkaitan dengan sebuah hubungan yang pernah dijalani (seseorang yang pernah dicintai). Membuat seseorang tersebut bisa selalu meninggatkan akan masa lalunya dan kadang bisa membuat seseorang itu terbuai dengan pengalamannya. Sehingga tidak jarang dapat membuat seseorang itu berada di alam hayalan dan dialam nyata. Dan bayangan dimasa lalu yang pernah terjadi dalam kehidupan yang telah dijalani dengan pasangannya. Disaat semua bayangan masa lalu itu berada didalam alam hayalan dan nyata, mengakibatkan perasaan itu menjadi bercampur. 

Dan inilah yg akan menjadikan bayangan dimasa lalu itu menjadi bayangan yang truma dimasa depan. Sehinggga membuat perasaan dan logika tidak sejalan dan selalu berada di dalam perasaan yang mendalam. Bayangan masa lalu yang menakutkan itu bisa membuat seseorang itu tidak dapat mengontrol jalan pikiran dan daya ijmajinasinya. Sehingga bayangan masa lalu menjadi lebih besar dari pada logika. IniLah yang disebut tidak adanya keseimbangan dalam logika dan perasaan di saat rasa truma sudah memasuki dalam bayangan seseorang dan menjadi semuanya menjadi perasaan yang menakutkan. 

Jika bayangan masa lalu tidak ditinggalkan akan mempengarhui  mental dan kemungkinan besar akan mengalami strees yang cukup berat. Menghilangkan masa lalu dari diri kita tidaklah mudah, namun kalau ada tekad dan niat, maka seiring waktu berjalan dapat secara pelan-pelan akan menghilangkan masa lalu itu.
NB. Selama bayangan masa lalu itu masih selalu menghantui dalam diri kita, selama itu juga akan membuat dirimu menjadi manusia yang lemah dan hubungan yang kamu bangun pun tidak akan pernah bisa kokoh. Ingat ! Tinggalkan masa lalumu dan biarkan masa lalumu itu menjadi dasar untuk memberikan semangat dalam mencapai keingginmu.

b. Adanya Perkataan Tidak Menyenangkan Dari Orang Lain
Tidak ada satu pun manusia yang sempurna didunia ini, pastinya setiap orang akan memiliki kekurangan dan kelebihan baik itu berupa tubuh, jiwa, dan kerohanian. Dengan adanya perkataan dari seseorang tentunya ini sangat berpengaruh dalam hubungan tersebut. Hubungan yang sudah di jalani dengan baik dan menyenangkan bisa secara tiba-tiba langsung rusak. Untuk itu dibutuhkan kepercayaan terhadap pasangannya. Setiap hubungan yang sudah dibangun pasti banyak halangan dan tantangan yang akan di hadapi, namun  semua itu harus dihadapi bersama-sama. Jika masalah itu datang sebaiknya dibicarakan dan dihadapi bersama-sama, bukan untuk dihindari. Oleh karena itu seberapa besar masalah yang akan dihadapi coba dengan menyelesaikan secara pikiran tenang tanpa adanya ego masing-masing.

c. Memiliki Sifat Materialistis
Seseorang yang memiliki sifat materilistis tentunya akan mempercepat kegagalan dalam membangun hubungan yang sudah lama dengan seseorang. Sebab harapannya tidak didasarkan atas keinginan pasangannya, melainkan karena adanya rasa ingin meningkatkan taraf kehidupannya sendiri. Salah satu pasangan yang terobsesi pada kemewahan akan kecenderungan tidak puas pada hubungan mereka. Bukan gara-gara tidak adanya komunikasi melainkan kebutuhannya tidak terpenuhi, sehingga tidak jarang ini akan mempersempit sebuah hubungan yang telah dibentuk. 

Menurut para peneliti, pasangan yang tidak materialistis dan lebih sederhana bisa berkomunikasi secara efektif dan lebih menghargai perbedaan pandangan yang mungkin muncul saat keduanya sedang memiliki konflik. Tetapi, bagi pasangan yang memliki sifat materilistis dia kurang berusaha dan tak mau berkorban untuk menjaga hubungannya karena yang mereka anggap penting adalah materi, bukan orangnya

Para peneliti menemukan pasangan yang materialistis selalu membandingkan dirinya kepada orang lain yang lebih kaya raya. Ini menyebabkan mereka selalu berpikir kurang beruntung dibanding yang sebenarnya. Jika ini tidak dihentikan dari sekarang akan terbawa sampai memiliki keluarga dan disaat adanya masalah yang datang akan menyebabkan pasangannya mudah berpindah hati. Bukankah ini berbahaya?

NB. Lebih baik hidup sederhana, tetapi kualitas hubungan yang dibangun melebihi dari harta. Dari pada hidup mewah tetapi tidak merasa bahagia.

d. Mengutamakan Nafsu
Setan sangat ahli dalam menipu dan mengarahkan keinginan kita. Jika kita tidak ingin ditipu olehnya, kita harus belajar mengendalikan sesuatu di dalam hidup kita. Jangan biarkan nafu memperbarui pikiran kita. Disaat salah satu pasangan mengutamakan nafsu akan membuat kita lepas kendali, dan akan mengganggu hubungan tersebut."Adalah baik bagi laki-laki, kalau ia tidak menyentuh wanita" Ini berarti harus ada jarak tertentu antara laki-laki dengan perempuan untuk menghindari perangkap nafsu berahi. 

Di sisi lain, jika salah satu pasangan mengutamakan nafsu, maka pasangannya itu akan mencari kesempatan untuk bisa mendekati orang lain lagi. Kemungkinan akan meninggalkannya karena hubungan itu sudah tidak terasa damai lagi. Jadi, hubungan yang hanya berdasarkan nafsu tanpa di kendalikan dengan KASIH, hubungan itu akan mudahnya retak. Sebab seseorang yang menuntut segala sesuatu dari orang lain hanya gara-gara ingin memenuhi nafsunyanya tanpa memikirkan masa depan pasangannya.

Jika salah satu dari pasangannya masih mengutamakan nafsu, sudah pasti akan terjadinya gesekkan dan ahkirnya mengalami dilema. Seharusnya hubungan itu berbicara tentang komitmen dan bukan hanya sekedar perasaan adalah segalanya. melainkan disaat adanya komitmen maka hubungan yang dibangun bisa menjadi menyatukan, bukan hanya sekedar keingginan sesaat.

NB. Jangan pernah mencintai seseorang itu hanya gara-gara nafsu, tetapi cintailah pasanganmu dengan "AGAPE". Sehingga hubungan yang dibentuk menjadikan sebuah komitmen dan bukan sekedar nafsu sesaat.

Dengan adanya artikel ini dapat membantu kita mendapat hubugan yang lebih baik lagi, sehingga hubungan itu bisa bersifat creativ, positif dan konstruksi.

Hubungan Seks Pra-Nikah


Banyak dikalangan Remaja saat ini sudah terbiasa melakukan seks pra-nikah tanpa harus diawali dari pernikahan yang sah. Sehingga tanpa disadari kebahagian yang diberikan pun tidak menghasilkan apa yang didapatkan. Sehingga saat keputusan menunda seks sebelum menikah diambil, maka kebahagiaan akan menjadi milik berdua. Dengan adanya sebuah studi banding didalam survei online bertajuk “Relate”. Salah satu pertanyaan yang paling berarti adalah “Kapan Anda terlibat secara seksual dalam hubungan bersama kekasih?”. Pasangan yang melakukan seks terlalu dini cenderung menemukan hubungan mereka tentang kualitas dan kestabilannya dalam pasangan mampu dipercaya atau diandalkan. Untuk itu, pasangan yang sudah terlanjur melakukan hubungan seks pra-nikah seringkali digambarkan sebagai suatu tindakan egois tanpa adanya unsur-unsur kesetiaan, eksklusif ataupun permanen. Tetapi sesungguhnya hubungan seks pra-nikah hanyalah meninginkan tubuhnya semata, dan sekedar kenikmatan, bukan adanya suatu komitmen akan persatuan hidup dan cinta kasih. 

Adanya 6 faktor resiko dalam hubungan seks pra-nikah 

1. Menjadi Sesosok Pribadi Yang Tidak Utuh
Hubungan yang sudah mengalami seks pra-nikah akan membuat dirinya menjadi sesosok pribadi yang tidak utuh, sehingga tidak jarang menjadi manusia yang tidak ada gunanya. Walaupun tidak adanya seorang yang mengetahui hubungan yang sudah dilakukan, sudah pasti akan menimbulkan rasa yang bersalah. Karena mengakibatkan kamu akan membenci dirimu sendiri dan tidak sanggup menolak tekanan untuk melakukan hubungan seks itu kembali.
2. Adanya Rasa Ketagihan
Apa pun yang sudah dilakukan dalam hubungan seks pra-nikah sudah pasti tidak akan mengembalikan kamu seperti semula. Sehingga membuat kamu menjadi " Sexual Person " adanya rasa ketagihan untuk melakukannya. Dan mengakibatkan, insting yang dimiliki pun akan dipenuhi pemikiran akan nafsu akan kepuasan diri sendiri.

3. Mempercepat Kedewasaan Diri
Dengan sudah melakukan hubungan seks pra-nikah, akan mempercepat kepribadian kita menjadi dewasa. Sehingga mengubah cara pandang tentang seks menjadi pasangan suami istri. Yang membuat jadi seks berubah menjadi sebagai suatu yang “kotor” dan terlarang. Bahkan setelah menikah nantinya yang di pikirkan hanya kepuasan semata. Sayang kan ?

4. Merasakan Ikatan Yang Sulit Untuk Dilepas
Ini biasanya dialami bagi wanita yang sudah melakukan hubungan seks pra-nikah akan merasakan ikatan yang sulit untuk dilupakan dan dilepaskan dengan pasangan yang sudah mengambil VIRGINITASnya. Membuat sicowoknya tersebut menjadi " THE FIRST ONE " padahal, sicowok itu belum tentu merasakan apa yang dia inginkan. Pertanyaannya "Masih adakah pasangan yang akan menerima dirimu sesudah tidak virgin lagi!!!"

5. Mencari-cari Permasalahan
Pasangan pra-nikah yang telah melakukan hubungan seks biasanya akan selalu mempunyai agenda tersendiri . Karena hubungan pacaran berubah menjadi “all about seks“. Kapan dan dimana akan melakukannya! Tidak jarang harus berbohong kepada siapa saja. Agar hubungan itu bisa dilakukan dan perhatian akan menjadi liar dan tidak terarah. Apakah benar-benar tulus atau karena cuma seks. Bahkan terkadang sedang berantem hebat pun akan langsung baikan cuma gara-gara seks, dan melupakan masalah sesungguhnya.

6. Tidak Menikmati Pernikahan
Seks Pra Nikah, maka kamu tidak akan pernah menikmati pernikahan. Karena sudah biasa melakukan hubungan seks pra nikah, maka bulan madu yang mestinya asyik dan romantis, bakal jadi seperti liburan biasa. Tidak akan pernah ada sesuatu yang berkesan untuk seumur hidup.

Adanya lima faktor yang perlu di ketahui selama masih melakukan hubungan seks pra-nikah
Selama masih berada dalam hubungan seks pra-nikah dimasa pacaran sebaiknya kita harus mengetahui apa langkah untuk tetap menjaga keberadaan kita. Bahkan apa saja yang harus kita lakukan agar hubungan yang di bangun tidak menghasilkan pemikiran-pemikiran akan kepuasan tersendiri yang akan membuat kita menjadi seorang yang akan haus dengan yang namanya " SEKSUAL ". Walaupun pada dasarnya itu semua dosa sebaik hubungan yang sudah melakukan hubungan lebih jauh sanggup mempertahankannya hingga sampai pernikahan. Ada lima langkah untuk tetap berada didalam hubungan yang positiv.

1. Mengendalikan Diri
Walau banyak godaan untuk melakukan hubungan tersebut, sebaiknya kita juga harus bisa mengendalikan perasaan dan logika kita agar apa yang dilakukan selama ini bukan sekadar nafsu saja, melainkan sebagai didasarkan dengan " KASIH ". Banyak dikalangan remaja yang sudah melakukan hubungan tersebut tidak sanggup mengendalikan logikanya, sehingga kebanyakkan hanya keingginan untuk kepuasan tersendiri. Bukankah ini sangat berbahaya dan beresiko menuju kehamilan yang tidak terduga. Bahkan akan sanggup membuat satu nyawa yang tidak berdosa melayang. Untuk itu, selama kamu berada dalam hubungan tersebut sebaiknya dibutuhkan Pengendalikan diri sendiri agar tidak terpancing kehal yang buruk lagi.

2. Apakah Hubungan Tersebut Positiv atau Negativ
Sebaiknya kita harus menyadari apakah selama melakukan hubungan tersebut, kita berada dalam hal positif atau negatif. Apakah hubungan itu memberikan kita pemikir-mikiran untuk tetap menjaga hubungan ini sampai pernikahan. Karena kebanyakkan pasangan yang sudah melakukan hubungan seks sebelum nikah akan susah membawa hubungan tersebut kearah yang tepat, sebab pasangan itu hanya memikirkan kepuasan tersendiri. Bukan untuk memberikan yang terbaik buat pasangannya. Sayangkan !! kalau kehidupan yang diberikan sama pasangan tidak bisa memberikan yang terbaik.

3. Saling Membangun Kepribadian Masing-Masing
Tanpa disadari kebanyakkan pasangan yang sudah melakukan hubungan yang lebih jauh, akan saling menjatuhkan. Dengan kata lain membuat pasangan tidak menjadi pribadi yang utuh baginya. Sehingga apa yang dilakukan akan berakibat kekerasan dalam diri pasangannya tersebut.

4. Saling Menjaga dan Menghargai
Adanya saling menjaga dan menghargai pasangannya, sudah pasti membuat pasangan menjadi mitra dalam kehidupannya sendiri. Bahkan apa pun yang dilakukan bukan sekedar ingin mencari kepuasan melainkan saling menjaga pribadi masing-masing. Dan bukan sekedar kesempatan untuk mencari penganti pasangannya. Sehingga yang nama Free Seks dapat dihindari.

5. Saling Memahami
Selama dalam hubungan tersebut kita akan menjadi sesosok penuntut dan apa yang kita ingin harus terpenuhi. Maka dalam hubungan itu dibutuhkan saling memahami dan saling mengerti. Agar hubungan yang telah dibangun pun tidak menjadi sia-sia. 

Walaupun pada dasarnya seks sebelum nikah adalah DOSA. Sebaiknya kita harus bisa menjaga diri agar terhindar dari rayuan dunia. Agar disaat menuju pernikahan akan memberikan kebahagiaan pada pasangan kita tersebut. Semoga dengan adanya catatan ini dapat membantu kita agar tidak mencoba untuk melakukan Seks Pra-Nikah.

Donasi Anda dapat disalurkan melalui :

Informasi lebih lanjut, saudara dapat menghubungi:
Pdp.Arianus Gulo
+6282168172220
PEKANBARU, RIAU, INDONESIAa

Welcome To Church

JEMAAT ECCLESIA